Dari bulan Agustus sampai awal November, Jepang mengalami musim gugur. Pada saat seperti ini, orang Jepang suka pergi berjalan-jalan untuk melihat pemandangan alam, yang biasa disebut dengan “kouyou”, yang berarti dedaunan yang berubah warna menjadi merah, kuning, dan jingga pada musim gugur. Melihat “kouyou” adalah salah satu acara untuk menikmati musim gugur di Jepang.
Jepang memang negeri festival. Hampir setiap waktu, setiap musim selalu ada festival yang terkait dengan alam, teristimewa pertanian, dan kehidupan manusia. Di musim gugur terdapat serangkaian festival budaya tradisional Jepang.
Ada festival yang bersifat nasional, berlangsung dimana-mana dengan corak yang hampir sama, tapi ada pula yang bersifat lokal tapi sangat terkenal. Adanya berbagai festival yang diadakan mendukung terlestarinya budaya tradisional Jepang. Karena sebuah festival merupakan hasil gotong royong rakyat setempat yang diikuti dan dinikmati beramai-ramai, baik oleh rakyat setempat maupun wisatawan.
Perayaan musim gugur merupakan perayaan tanda terima kasih atas banyaknya panen yang diperoleh. Oleh karena itu, padi dipersembahkan kepada dewa atau disebarkan di depan kuil. Banyak pula daerah yang mengeluarkan “omikoshi”, kuil-kuil mini yang dipikul bersama-sama.
Anak-anak muda memikul “omikoshi” seirama menapaki jalan sambil berteriak dengan suara keras, “Wasshoi! Wasshoi!”
Berikut berbagai perayaan lain yang diadakan di Jepang pada musim gugur :
1. Festival Tsukimi / Menatap Bulan (25 September dan 23 Oktober)
Menurut tradisi orang Jepang, melihat di bulan ada seekor kelinci yang sedang menumbuk dengan alu untuk membuat kue mochi. Musim gugur merupakan waktu yang sangat tepat untuk melihat bulan purnama sambil minum sake dan makan penganan khusus dan menikmati keindahan rembulan. Rumah-rumah dihiasi dengan rumput susuki. Festival ini berlangsung di seluruh Jepang. Namun di masa modern seperti ini mungkin tidak banyak yang punya waktu banyak untuk itu.
2. Festival Takayama (9-10 Oktober)
Merupakan salah satu festival terindah di Jepang. Festival ini sebenarnya diadakan dua kali dalam setahun, yaitu Festival Takayama musim semi atau yang lebih dikenal dengan Sanno Matsuri, diadakan di kuil Shinto Hie, dan Festival Takayama musim gugur atau lebih dikenal dengan Festival Hachiman Matsuri, digelar di kuil Shinto Sakurayama Hachiman.
3. Jidai Matsuri (22 Oktober)
Bertempat di kuil Heian Kyoto, merupakan salah satu festival terbesar di Kyoto.
4. Festival Api di Kuil Yuki, Kurama, Kyoto (22 Oktober)
Berupa jejeran obor di sepanjang jalan menuju kuil.
5. Tori no Ichi (11 dan 23 November)
Inilah Festival Sapu Penggaru Berhias (kumadate) yang digambarkan sebagai penggaruk rejeki. Di dekat kuil-kuil di Tokyo, terutama di Kuil Otori di kawasan Askusa, ada kios penjualan kumadate, pembeli dan penjual sama-sama bertepuk tangan secara berirama.
6. Shichi Go San (15 November)
Di kuil-kuil di seluruh Jepang terlihat ramai dikunjungi oleh keluarga muda yang membawa anak mereka yang berusia 3, 5, dan 7 tahun yang mengenakan pakaian tradisional yang indah. Mereka melakukan doa khusus agar anak mereka tumbuh sehat dan keluarga berbahagia. Upacara ini diperuntukkan bagi anak lelaki yang berusia 3 tahun dan 5 tahun, serta anak perempuan yang berusia 5 tahun dan 7 tahun. Konon angka 3, 5, dan 7 tahun merupakan angka keberuntungan di Jepang.
7. Tanggal 3 November adalah hari kebudayaan bag pengembangan kebudayaan. Semula merupakan perayaan hari ulang tahun Kaisar Meiji, kaisar perintis medernisasi Jepang dan sekaligus pendukung kebudayaan Jepang. Pada hari ini pemerintah mengumumkan nama berbagai tokoh yang memberikan konstribusi bagi kemajuan kebudayaan. Beberapa di antara mereka dianugerahi bintang kebudayaan di istana kekaisaran. Pada kesempatan ini, di berbagai tempat berlangsung berbagai festival kebudayaan.
8. Hari syukur kepada tenaga kerja tanggal 23 November adalah untuk menghargai pentingnya tenaga kerja dan menyatakan terima kasih kepada semua pekerja. Para petani merayakan pula hari ini, karena dulunya merupakan hari festival panen.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar