Menurut penanggalan Imlek, tanggal 5 bulan 5 kalender lunar adalah hari Duan Wu, mungkin kalau di Indonesia lebih dikenal sebagai hari Peh Cun yang terkenal akan Bacang-nya.
Menurut tradisi orang Tionghoa, Peh Cun termasuk salah satu dari tiga hari besar selain hari raya Imlek dan hari raya Tiong Jiu (kue bulan).
Dari catatan sejarah dan cerita turun temurun dalam masyarakat Tiongkok, asal usul festival ini adalah sebagai peringatan bagi Qu Yuan.
Qu Yuan adalah seorang menteri negara Chu. Ia adalah seorang pejabat yang berbakat dan setia pada negaranya, banyak memberikan ide untuk memajukan negara. Namun sayang, ia dikritik oleh keluarga raja yang tidak senang padanya yang berakhir pada pengusirannya dari ibu kota negara. Ia yang sedih karena kecemasannya akan masa depan negara kemudian bunuh diri dengan melompat ke sungai Miluo.
Lalu menurut legenda, ia melompat ke sungai pada tanggal 5 bulan 5. Rakyat yang kemudian merasa sedih mencari-cari jenazah sang menteri di sungai tersebut. Mereka lalu melemparkan nasi dan makanan lain ke dalam sungai dengan maksud agar ikan dan udang dalam sungai tersebut tidak mengganggu jenazah sang menteri. Kemudian untuk menghindari makanan tersebut dari naga dalam sungai, maka mereka membungkusnya dengan daun-daunan yang kita kenal sebagai Bacang. Para nelayan yang mencari-cari jenazah sang menteri dengan berperahu akhirnya menjadi cikal bakal dari perlombaan perahu naga setiap tahunnya.
Ada beberapa hal yang sering dilakukan masyarakat Tiongkok bila merayakan hari ini, yaitu :
1. Membuat dan makan Bacang
Bentuk Bacang sebenarnya bermacam-macam dan yang kita lihat sekarang hanya salah satu dari banyak bentuk dan jenis Bacang. Di Taiwan, pada zaman Dinasti Ming akhir, bentuk Bacang yang dibawah oleh pendatang dari Fujian adalah bulat gepeng, agak lain dengan bentuk prisma segitiga yang kita lihat sekarang. Isi Bacang juga bermacam-macam dan bukan hanya daging. Ada yang isinya sayur-sayuran, ada pula yang dibuat kecil-kecil namun tanpa isi yang kemudian dimakan bersama serikaya, dan gula manis.
2. Mendirikan telur
3. Mengadakan lomba perahu naga (Dragon Boat Festival)
4. Serta mandi tengah hari.
Tradisi ini Cuma ada di kalangan masyarakat yang berasal dari Fujian (Hokkian, Hokchiu, Hakka), Guangdong (Teochiu, Kengchiu, Hakka), dan Taiwan. Mereka mengambil air pada tengah hari Festival Peh Cun, dipercaya dapat digunakan untuk menyembuhkan penyakit bila dengan mandi ataupun diminum setelah dimasak.
5. Menggantung rumput Ai dan Changpu
Peh Cun yang jatuh pada musim panas biasanya dianggap sebagai bulan yang banyak penyakitnya, sehingga rumah-rumah biasanya melakukan pembersihan, lalu menggantungkan rumput Ai dan Changpu di depan rumah untuk mengusir dan mencegah datangnya penyakit.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar